Minggu, 04 Januari 2015

MAKALAH TEKNOLOGI INFORMASI

TEKNOLOGI INFORMASI
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas individu mata kuliah Pengetahuan Komputer
Dosen Pengampu : Drs. Dindin Sobiruddin, M.kom





 Disusun oleh :

Istihani Arofah                                    11140182000050

MANAJEMEN PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2014









KATA PENGANTAR

Puji syukur  kami  panjatkan kepada Allah  SWT  karena rahmat dan karunia-Nya saya di beri kesempatan untuk menyelesaikan tugas ini. Sholawat serta salam tidak terlupa tercurahkan
kepada baginda nabi Muhammad SAW yang senantiasa diharapkan syafaatnya dihari akhir nanti.

Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan tugas ini, termasuk kepada Dosen Mata Kuliah Pengetahuan Komputer  yaitu  Bapak Drs. Dindin sobiruddin, M.kom

Adapun Tugas  ini “Teknologi Informasi”, yang saya buat dari berbagai sumber.
Semoga tugas ini  dapat  bermanfaat bagi para pembaca .Atas segala apa yang  berada di dalamnya, saya tidak memungkiri  bahwa tugas ini memiliki kelebihan maupun kekurangan. Oleh sebab itu, kami memohon untuk saran dan kritiknya.



















                                                                                                                                                                                       i.             
DAFTAR ISI


Kata pengantar……………………………………………………………………..i
Daftar isi…………………………………………………………………….......... ii

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang………………………………………………………….1
B.     Ruang lingkup masalah…………………………………………………1
C.     Tujuan dan manfaat penulisan
a)      Tujuan penulisan……………………………………………………1
b)      Manfaat penulisan…………………………………………………..1


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Teknologi Informasi………………………………………..2
B.     Sejarah Teknologi Informasi …………………………………………..3
C.     Manfaat  mempelajari Teknologi Informasi……………………………4
D.    Dampak positif dan negative Teknologi Informasi…………………….5-6

BAB III
 PENUTUP
A.    Kesimpulan…………………………………………………………………7
B.     Saran ……………………………………………………………………….7

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………..8


  

                                                            ii.


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk mengambil keputusan.
B.     Ruang lingkup masalah
1.      Apa pengertian teknologi informasi?
2.      Apa manfaat dan tujuan teknologi informasi?
3.      Apa dampak positif dan negative dari teknologi informasi?

C.     Tujuan dan manfaat penulisan

a)      Tujuan penulisan
Tujuan penulisan makalah ini merupakan untuk memenuhi tugas dari mata kuliah pengetahuan komputer  dan untuk  melatih kemampuan mahasiswa dalam membuat tugas   serta meningkatkan kemampuan mahasiswa pada  mata kuliah pengetahuan komputer ini.

b)      Manfaat penulisan
1.      Bermanfaat sebagai suatu proses belajar dalam membuat makalah.
2.     Bermanfaat sebagai suatu proses belajar untuk mengetahui atau mengenal lebih dalam tentang      teknologi informasi
3.   Untuk menambah pengetahuan tentang teknologi informasi











                                                            1.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Teknologi Informasi
Berikut beberapa pengertian teknologi :
1.      Teknologi adalah penggunaan pengetahuan ilmiah untuk meningkatkan cara  melakukan sesuatu. Teknologi telah mempengaruhi masyarakat dan lingkungan dalam berbagai hal. Di kalangan masyarakat, teknologi telah membantu mengembangkan ekonomi yang lebih maju (termasuk ekonomi global saat ini
2.       Teknologi adalah cara di mana kualitas hidup manusia ditingkatkan dengan pengenalan produk baru.
3.      Teknologi adalah cabang pengetahuan yang berhubungan dengan penciptaan dan penggunaan sarana teknis dan yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan, masyarakat, dan lingkungan.
4.      Teknologi adalah penerapan ilmu pengetahuan (kombinasi teknik ilmiah dan material) untuk memenuhi tujuan atau memecahkan suatu masalah.
Pengertian informasi :
1.      Informasi adalah Sekumpulan data/ fakta yang diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerima. Data yang telah diolah menjadi sesuatu yang berguna bagi si penerima maksudnya yaitu dapat memberikan keterangan atau pengetahuan. Dengan demikian yang menjadi sumber informasi adalah data.
2.      Informasi dapat juga dikatakan sebuah pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi.

Menurut Haag dan Keen (1996), Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.
Menurut Martin (1999), Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang akan digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirim/menyebarkan informasi.
            Sementara menurut Williams dan Sawyer (2003), mengungkapkan bahwa teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.
           
            Dari defenisi di atas, nampak bahwa teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer, tetapi juga termasuk teknologi telekomunikasi. Dengan kata lain bahwa teknologi informasi merupakan hasil gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi. Yang berfungsi
membantu manusia untuk memudahkan dalam melakukan pekerjaan. 
                                                                        2.



B.     Sejarah Teknologi Informasi
Pada  tahun 2000 SM, manusia berkomunikasi menggunakan gambar atau simbol simbol. Pada masa itu, manusia belum mengenal huruf seperti sekarang ini. Lalu bangsa Yunani kuno membuat simbol-simbol baru agar mudah digunakan dan disampaikan, hingga menjadi alfabet yang seperti kita gunakan sekarang ini.
Lalu seiring dengan jaman, banyak Teknologi Informasi dan Komunikasi yang bermunculan. Dari adanya buku, hingga adanya mesin cetak yang ditemukan Johann Gutenberg dari jerman. Tentunya hal ini sangat memudahkan untuk penyampaian informasi.
Setelah ditemukannya mesin cetak, pada tahun sekitar 1600 ditemukanlah komputer pertama yang diciptakan Blaise Pascal yang dinamai Pascaline yang merupakan tonggak awal mesin pengganti otak manusia.
Seiring dengan banyaknya perkembangan yang muncul, lalu muncullah teknologi informasi berupa telepon, radio, kode mors, yang dapat berkomunikasi secara jarak jauh. Lalu penemuan itu dikembangkan hingga menjadi perangkat-perangkat yang ada seperti jaman sekarang.
Salah satu contoh penemuan yang mengalami perkembangan hingga menjadi perangkat seperti sekarang adalah telepon. Telepon pertama kali ditemukan bukanlah seperti telepon yang sekarang. Telepon jaman dulu memiliki desain dan bentuk yang masih jelek. Namun, setelah mengalami perubahan perkembangan, telepon berubah menjadi lebih baik. Selain itu, telepon dikembangkan menjadi handphone yang sekarang kita gunakan. Lalu, handphone tersebut juga dikembangkan hingga mnejadi smartphone dan tablet PC.
Tak dapat dipungkiri, perkembngan teknologi informasi memang mempunyai dampak yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Apalagi dalam hal informasi dan komunikasi untuk manusia. Dampak tersebut tentunya memiliki dampak yang negatif dan positif. Namun dampak tersebut jika disikapi dengan bijak, pasti akan membawa dampak yang bagus bagi kehidpan kita semua. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga Teknologi Informasi agar tidak disalah gunakan.



                                                            3.


C.      Manfaat  Mempelajari Teknologi Informasi

Manfaat  mempelajari Teknologi Informasi :
1.      Menyadarkan kita akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi ini sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.
2.      Memotivasi kemampuan kita agar bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi informasi, sehingga bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan sehari hari secara mandiri dan lebih percaya diri.
3.      Mengembangkan kompetensi kita dalam menggunakan Teknologi Informasi  untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari hari.
4.       Mengembangkan kemampuan belajar berbasis TI, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong kita lebih terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama.
5.      Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari hari.


                                                                        4.


D.    Dampak positif dan negative Teknologi Informasi

Diantara dampak positif teknologi informasi adalah sebagai berikut :

1.      Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
2.      Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
3.      Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TI.
4.      Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan.
5.      Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak,
6.      Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos, internet dan lain-lain.
7.      Mengurangi ketertinggalan  pemanfaatan TI dalam pendidikan dibandingkan dengan negara berkembang dan negara maju lainnya.
8.      Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi.
9.      Berbagi hasil penelitian, hasil penelitian yang dimuat dalam internet akan mudah dimanfaatkan orang lain disegala penjuru dunia dengan cepat.
10.  Konsultasi dengan pakar, konsultasi dangan para ahli dibidangnya dapat dilakukan dengan mudah walaupun ahli tersebut berada ditempat yang sangat jauh.
11.  Perpustakaan online, perpusatakaan online adalah perpustakaan dalam bentuk digital.
12.  Diskusi online. Diskusi online adalah diskusi yang dilakukan melalui internet.
13.  Kelas online. Aplikasi kelas online dapat digunakan untuk lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh, seperti universitas dan sekolah-sekolah terbuka..
14.  Akses luar sekolah mempengaruhi kepercayaan pengguna. Siswa yang menggunakan komputer di rumah juga menggunakan komputer di sekolah lebih sering dan lebih percaya diri daripada siswa yang tidak memiliki akses di rumah mereka


                                                            5.



Diantara dampak negative Teknologi Informasi adalah sebagai berikut :

1.      Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
2.      Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah sistem tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
3.      Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindakan kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di bidang pendidikan juga mencetak generasi yang e-book berpengetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contohnya dengan ilmu computer yang tinggi maka orang akan berusaha menerobos system perbangkan dan lain-lain.
4.      Tidak menjadikan TI sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya kita tidak hanya mendownload, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung ke digital library, namun juga masih berkunjung ke perpustakaan.
5.       Mempertimbangkan pemakaian TI dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan TI. Analisis untung ruginya pemakaian.
6.      Mahasiswa dan kadang-kadang guru, bisa kecanduan aspek teknologi, bukan isi pelajaran. Hanya karena topik dapat diajarkan melalui TI, tidak berarti bahwa itu diajarkan secara efektif via TI. Bahkan jika subjek dapat diajarkan secara efektif melalui TI, dan ada uang yang tersedia, itu tidak selalu berarti bahwa selalu ada keuntungan untuk itu . Ada banyak studi atau kajian yang dilakukan untuk mencari dan melihat apakah penggunaan TI dapat meningkatkan pembelajaran .
7.      Perlu untuk tujuan yang jelas. TI dipandang kurang efektif (atau tidak efektif) ketika tujuan untuk mereka gunakan tidak jelas. Seperti menggunakan internet untuk mencari video porno ketika menggunakan computer di sekola 

                                                            6.

BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
Saat ini Teknologi Informasi (TI) berkembang sangat pesat dan meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Baik untuk keperluan menyelesaikan pekerjaan sehari - hari di tempat kerja, maupun di dalam kehidupan pribadi atau keluarga. Perkembangan TI ini akan mendominasi dunia dan sangat memengaruhi kehidupan masyarakat di masa mendatang.
Mata kuliah ini menerangkan tentang berbagai macam konsep teknologi informasi, dan  Mata kuliah ini sangat penting dalam memberikan motivasi kepada para mahasiswa dan menarik minat mereka untuk berinteraksi dengan teknologi informasi.

B.    Saran
Untuk kemajuan teknologi informasi teknologi computer maka diharapkan agar perkembangan computer kedepan mampu mengubah pola fikir dan menjadikan masyarakat Indonesia menjadi manusia yang kreatif dan inovatif. Serta tumbuhnya kratifitas hingga menghasilkan suatu karya yang berguna bagi manusia.

               
 Diharapkan dengan adanya teknologi computer dan softwarenya dapat dimanfaat sesuai dengan kegunaan sebenarnya yang mampu mempercerdas bangsa bukan untuk menghancurkan moral moral bangsa.



                                                                        7.

DAFTAR PUSTAKA





















BAHASA INDONESIA PENALARAN DALAM KARANGAN

Penalaran dalam karangan

A.    Di dalam karangan, paparan dan persuasi peranan logika sangat penting . logika artinya bernalar; penalaran (reasoning) ialah proses pengambilam kesimpulan dari bahan bukti atau petunjuk ataupun yang dianggap bahan bukti atau petunjuk. Secara umum ada dua jalan untuk mengambil kesimpulan yaitu induksi dan deduksi.
B.     induksi dapat ditafsirkan : penalaran yang berawal pada yang khusus atau yang spesifik dan berakhir pada yang umum. Kesimpulan ini selalu berupa generalisasi atau perumuman yang artinya pernyataan itu selalu meliputi sejumlah besar peristiwa yang khusus.
C.     banyak generalisasi induktif berdasarkan fakta, tetapi banyak juga yang hanya berupa asumsi atau andaian. Andaian adalah fakta atau pernyataan yang dianggap benar walaupun tidak dapat dibuktikan.
D.    generalisasi induktif sering diperkuat oleh contoh, perincian, penjelasan, pengkhususan , atau ilustrasi.

PENALARAN DEDUKTIF
a.       Logika deduktif yaitu penalaran dari yang umum ke yang khusus atau penerapan generalisasi pada peristiwa yang khusus untuk mencapai kesimpulan. Proses deduksi berlangsung tiga tahap yaitu :
1. Generalisasi sebagai pangkal bertolak
2.      Penerapan generaisasi pada kejadian tertentu
3.      kesimpulan deduktif yang berlaku bagi peristiwa khusus.
Hampir setiap keputusan yang kita ambil berdasar pada deduksi, sedangkan generalisasi yang kita gunakan sering kita peroleh lewat pengamatan atau eksperimen orang lain. Dalam proses deduksi hendaknya diperhatikan bahwa pengandaian yang salah juga walaupun penalaran kita benar
Peralatan deduksi namanya silogisme yang terdiri dari tiga bagian yaitu : premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Premis itu adalah putusan yang menjadi dasar bagi argumentasi. Putusan adalah pernyataan yang menyuguhkan sesuatu atau mengingkari sehingga dapat dikataan benar atau salah.
Primis mayor adalah suatu generalisasi yang meliputi semua unsur kategori, banyak diantaranya atau hanya beberapa unsure saja.
Premis minor, adalah penyamaan suatu objek atau ide dengan unsur yang dicakup oleh premis mayor.
Kesimpulan adalah gagasan yang dihasilkan oleh penerapan generalisasi dalam premis mayor pada peristiwa khusus dalam premis minor. Sumber jenis ragam premis mayor yang mendasari kesimpulan deduktif disamping generalisasi induktif yaitu tata nilai budaya, adat istiadat, agama, keyakinan, wawasan, telaah studi , politik, takhayul,dan pikiran sehat. Dalam paragraph yang bercorak penalaran induktif kalimat pokoknya biasa berupa generalisasi induksi.. dalam paragraph penalaran deduksi kalimat pokoknya biasa suatu gagasan yang berupa kesimpulan silogisme baik yang dinyatakan, sedangkan pengembangan paragraph akan berupa usaha membuktikan kesahihan premis minor.

SALAH NALAR
Salah nalar yaitu gagasan, perkiraan, kepercayaan, atau kesimpulan yang keliru atau sesat. Pada salah nalar, kita tidak mengikuti tata cara pemikiran yang tepat.

DEDUKSI YANG SLAAH
Salah nalar yang amat lazim ialah kesimpulan yang salah dalam silogisme yang berpremis salah atau yang berpremis tidak memenuhi syarat.

GENERALISASI YANG TERLALU LUAS
Salah nalar jenis ini disebut juga induksi yang salah karena jumlah percontohannya yang tidak memadai. Harus dicatat bahwa kadang percontohan yang terbatas mengizinkan generalisasi yang shahih. Disini perlu diberikan pewatasan dengan kata beberapa, banyak, persentase, kecil, misalnya.

PEMIKIRAN ‘ATAU INI, ATAU ITU’
Salah nalar ini berpangkal pada keinginan untuk melihat masalah yang rumit dari dua sudut pandang yang bertentangan saja. Isi pernyataan itu  jika tidak baik , tentuburuk ; jika tidak benar, tentu salah; dan jika tidak putih, tentu hitam.

SALAH NILAI ATAS PENYEBABAN
Generalisasi induktif sering disusun berdasarkan pengamatan sebab dan akibat, tetapi kita kadang-kadang tidak menilai dengan tepat sebab suatu peristiwa atau  hasil kejadian . khusus nya dalam hal yang menyangkut manusia, penentuan sebab akibat sulit sifatnya. Salah nilai  atas penyebaban yang lazim terjadi ialah salah nalar yang disebut post hoc, ergo propter hoc  ‘sesudah itu , maka karena itu’
Salah tafsir juga sering mendasari salah nilai atas penyebaban. Misalnya dalam takhayul orang.



ANALOGI YANG SALAH
Analogi ialah usaha pembandingan dan merupakan upaya yang berguna untuk mengembangkan paragraph.namun analogi tidak membuktikan apa-apa dan analogika yang salah dapat menyesatkan karena logika nya yang salah.

PENYAMPINGAN MASALAH
Salah nalar ini terjadi jika argumentasi tidak mengenai pokok, jika kita menukar pokok masalah dengan pokok lain, ataupun jika kita menyeleweng dari garis.

PEMBENARAN POKOK MASALAH
LEWAT POKOK SAMPINGAN
Salah nalar ini muncul jika argumentasi menggunakan pokok yang tidak langsung berkaitan atau remeh untuk membenarkan pendiriannya. Misalnya, orang merasa kesalahannya dapat dibenarkan karena lawan juga berbuat salah.
ARGUMENTASI AD-HUMINEM
Salah nalar ini terjadi jika kitaa dalam argumentasi melawan orangnya dan bukan masalahnya. Khususnya dibidang politik argumentasi jenis ini banyak dipakai

IMBAUAN  PADA KEAHLIAN YANG DISANGSIKAN
 Dalam pembatasan msaalah, orang sering mengandalkan wibawa kalangan ahli untuk memperkuat argumentasi nya. Mengutip pendapat seorang ahli amat berguna walaupun kutipan itu tidak dapat membuktikan secara mutlak kebenaran pokok masalah.
NONSEGUITUR
Dalam argumentasi, salah nalar ini mengambil kesimpulan berdasarkan premis yang tidak atau hampir tidak ada sangkut pautnya.



PANCASILA SEBAGAI LANDASAN NASIONALISME DALAM MEWUJUDKAN INSTITUSIONALISME
Artikel  ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Landasan Pendidikan
Dosen Pengampu : Drs. Masyhuri AM, M.Pd
Logo UIN Baru dd

Disusun oleh :

Istihani Arofah                                    11140182000050

JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI (UIN)
 SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA 2014



I.                  LATAR BELAKANG
Indonesia adalah sebuah negara yang terbentang luas dari sabang sampai merauke dimana didalamnya terdiri dari beribu- ribu macam pulau, suku, budaya, etnis, dan bahasa. Kini telah ada 360 etnis, 450 bahasa daerah, 4 agama besar yang tersebar ± di 13.000 pulau. Bisa dibayangkan betapa beragamnya bangsa kita.
Begitu indahnya keanekaragaman yang kita miliki. Namun apalah arti semua itu jika kita saling terpecah belah satu sama lain. Maka dari itu, kita perlu mengikat tali persaudaraan dengan rasa nasionalisme yang tinggi, guna menciptakan rasa perdamaian diantara kita. Biarpun berbeda- beda tetapi tetap satu jua atau yang sering kita  sebut Bhineka Tunggal Ika Untuk menciptakan rasa nasionalisme yang tinggi diantara kita, maka bangsa ini butuh landasan yang bisa mewujudkan cita-cita itu. Kemudian pada tanggal 29 Mei 1945 pada sidang BPUPKI tercetuskan lima dasar negara olehMuh.Yamin hingga Bung Karno mengemukakan nama Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia, pada tangga l 1 juni 1945 dan sampai sekarangdiperingati sebagai hari Lahirnya Pancasila. Dengan adanya Pancasila sebagai dasar negara maka diharapkan Pancasila bisa menjadi perekat yang kuat untuk dijadikan sebagai landasan nasional.
II.               LANDASAN FILSAFAT PENDIDIKAN PANCASILA
Pancasila adalah dasar Negara falsafah Indonesia, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945. Oleh karena itu, setiap warga Negara Indonesia harus mempelajari, mendalami, menghayati dan mengamalkan dalam segala bidang kehidupan.
Pancasila sebagaimana dimaksud dalam pembukaan UUD 1945 adalah dasar Negara dari Negara Kesatuan Republic Indonesia yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara. Sebelum berdirinya Negara Indonesia, bangsa Indonesia adalah bangsa yang berketuhananan, kebangsaan yang adil dan beradab dan selalu berusaha mempertahankan persatuan bagi seluruh rakyat untuk mewujudkan keadilan. Oleh karena itu, sudah merupakan kewajiban moral untuk merealisasikan nilai-nilai tersebut dalam segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai ajaran falsafah, pancasila mencerminkan nilai-nilai dan pandangan mendasar dan hakiki rakyat indonesia dalam hubungannya dengan sumber kesemestaan yakni Tuhan yang maha pencipta. Asas tersebut pula dijadikan asas fundamental kenegaraan yang mencerminkan identitas atau kepribadian bangsa Indonesia yang religious.
Untuk dapat mengamalkan pancasila seharusnya memenuhi tiga syarat yaitu : (1) keinsyafan batin tentang benarnya pancasila sebagai falsafah Negara, (2) pengakuan bahwa yang bersangkutan menerima dan memepertahankan pancasila dan (3) mempersonifikasikan seluruh sila-sila pancasila dalam perbuatan dengan membiasakan praktik pengalaman seluruh sila-sila dalam sikap, perilaku budaya dan politik.
Filsafat sebagai hasil pemikiran merupakan suatu ajaran atau sistem nilai, baik berwujud pandangan hidup maupun sebagai ideology yang dianut suatu masyarakat atau bangsa dan Negara.
Pancasila adalah suatu pandangan hidup atau ideology yang mengatur hubungan manusia dengan tuhan, antar manusia, manusia dengan masyarakat atau bangsanya, dan manusia dengan alam lingkungannya. Alasan yang prinsipil mengenai pancasila sebagai pandangan hidup dengan fungsinya tersebut diatas adalah sebagai berikut :
1.      Mengakui adanya kekuatan gaib yang ada diluar diri manusia menjadi pencipta serta mengatur serta penguasa alam semesta
2.      Keseimbangan dalam hubungan, keserasian dan untuk menciptanya perlu pengendalian diri.
3.      Dalam mengatur bhubungan, peranan dan kedudukan bangsa sangat penting persatuan dan kesatuan sebagai bangs merupakan nilai sentral.
4.      Kekeluargaan, gotong royong, kebersamaan, serta musyawarah untuk mufakat dijadikan sendi kehidupan bersama
5.      Kesejahteraan bersama menjadi tujuan hidup bersama
Referensi :  syarbaini,syahrial.2012. pendidikan pancasila. Bogor : Ghalia Indonesia. Hal. 17


III.             HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT DENGAN FILSAFAT PENDIDIKAN PANCASILA
Hubungan masyarakat dengan pendidikan mempunyai hubungan korelasi positif. Artinya pendidikan yang maju dan modern menghasilkan masyarakat maju dan modern pula. Manusia sebagai objek individual dapat dianalogikan dengan masyarakat /Negara/bangsa sebagai subyek kolektif. Manusia, masyarakat, bangsa, Negara sebagai subyek mandri memiliki keyakinan dan kepercayaan diri yang tercermin dalam tujuan dan hasrat luhur atau kehendak. Cita dan karsa ini bersumber dari keyakinan-keyakinan yang merupakan nilai dan pandangan hidupnya yang potensial. Pendidikan merupakan fungsi manusia dan masyarakat untuk mengembangkan dan meningkatkan subyek diriya, martabat dan kepribadiannya.
hubungan fungsional masyarakat dan pendidikan wajar terjelma di dalam sistem pendidikan nasional Indonesia yang merdeka, dengan mencerminkan nilai-nilai filsafat hidup dan filsafat negaranya sebagai sumber nilai, sumber cita dan kepribadian nasionalnya.
Referensi : Noor, Muhammad syam. Filsafat kependidikan dan Dasar filsafat kependidikan pancasila, Surabaya : usaha nasional (1986). Hal. 348
IV.             KERANGKA DAN SISTEMATIKA PENDIDIKAN PANCASILA
Berdasarkan sistematika filsfat pendidikan dapat dikemukakan kerangka dan sistmatika filsafat pendidikan pancasila yang meliputi :
A.    Sumber dan dasar moral
1.      Filsafat Negara pancasila
2.      Wawasan nasional masyarakat dan Negara
3.      Tanggung jawab kependidikan pada keluarga, masyarakat, negara/pemerintah
4.      Wawasan manusia pancasila, yang mewujudkannya ialah manusia Indonesia seutuhnya (MIS)

B.     Tujuan pendidikan pancasila
Macam-macam Tujuan Pendidikan Pancasila
1.      Rumusan formal konstitusional dalam UUD 45 maupun dalam GBHN dan UU kependidikan lainnya yang berlaku adalah tujuan normative. GBHN 1983 merumuskan tujuan pendidikan nasional kita sbb : “pendidikan nasional berdasarkan pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap tuhan yang maha esa , kecerdasan dan ketrampilan , mempertinggi budi pekerti , memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa”
2.      Penjabaran konsepsional
a.       Konsepsi kepribadian manusia Indonesia seutuhnya (MIS) dan pendidikan seumur hidup; secara ringkas teliti skema MIS berikut

Rounded Rectangle: (1).Sosio budaya, (2).pancasila (3) UUD 1945Rounded Rectangle: (1)panca indera (2)rasa, (3)pikir (4) karsa (5)  cipta (6) karya (7) budi

Nilai dasar :                                             potensi :





Rounded Rectangle: (1)jasmani rohani (2) pribadi social (3) dunia akhirat (4) kesejarahan (5) subyek manusia alamRounded Rectangle: (1)sehat (2) rajin (3) hemat (4) cermat (5) disiplin (6) berilmu-berani (7) hati nuraniSikap dasar :                                        wawasan dasar :






Motivasi :

Rounded Rectangle: (1)eksisten Negara pancasila (2) martabat kepribadian nasional (3) adil- makmur
 



                                                                                                              










PRIBADI MIS NAMPAK DALAM SIKAP DAN PENGAMALAN
                                                                        Kebenaran
1.      Yakin                         kebaikan                    PANCASILA UUD 1945
                                                                          keunggulan
                                                                           berbangsa
MIS                           2. Cinta-bangga                      bertanah air               INDONESIA
                       berbudaya
 


3.mampu-bangga                  mengamalkan
                                                                                                 Mengembangkan      PANCASILA UUD 1945
                                                                                                     melestarikan                         
Referensi : Noor, Muhammad syam. Filsafat kependidikan dan Dasar filsafat kependidikan pancasila, Surabaya : usaha nasional (1986). Hal. 377
V.               TUJUAN INSTITUSIONALISME PENDIDIKAN
Menurut KBBI, Institusi adalah (1) lembaga; pranata: telah disusun -- adat istiadat, kebiasaan, dan aturan-aturan; (2) sesuatu yg dilem-bagakan oleh undang-undang, adat atau kebiasaan (spt perkumpulan, paguyuban, organisasi sosial, dan kebiasaan berhalal-bihalal pd hari Lebaran); (3) gedung tempat diselenggarakannya kegiatan perkumpulan atau organisasi. Sedangkan institusional menurut KBBI adalah mengenai lembaga atau bersifat kelem-bagaan: struktur -- serta mekanisme administrasinya perlu disempurnakan.

Tujuan institusional adalah tujuan pendidikan yang akan dicapai menurut jenis dan tingkatan sekolah atau lembaga pendidikan masing-masing, biasanya tercantum dalam kurikulum sekolah atau lembaga pendidikan yang harus dicapai setelah selesai belajar. Dapat dirumuskan dalam UU pendidikan dan peraturan pemerintah yang termasuk kebijaksanaan menteri pendidikan nasional yang bersifat kelembagaan TK, SD, SLTP, SMA , Perguruan Tinggi, kursus-kursus dan sebagainya. Hal tersebut tidak akan terlepas dari tujuan pendidikan nasional, bahkan diperluas dari tujuan pendidikan nasional itu. Rumusan tujuan pendidikan untuk masing-masing lembaga pendidikan berbeda sesuai dengan fungsi dan tugas yang diemban pada masing-masing lembaga tersebut. Dalam rangka menghasilkan lulusan dengan kemampuan dan ketrampilan tertentu sesuai dengan kebutuhan peserta didik, masyarakat serta Negara.


Ada tiga hal yang mempengaruhi rumusan tujuan Institusional Pendidikan, yaitu :
1.      Tujuan pendidikan nasional
2.      Cirri khas lembaga
3.      Tingkat perkembangan anak didik yang akan diterima dilembaga tersebut.

Terdapat tujuan umum dan khusus didalam lembaga pendidikan , tujuan umumnya yaitu:
a.       Agar lulusan mempunyai sifat warga Negara yang baik
b.      Agar lulusan sehat jasmani dan rohani
c.       Agar lulusan mampu mengembangan diri sendiri sesuai dengan asas pendidikan seumur hidup
Sedangkan tujuan khususnya yaitu :
1.      Bidang pengetahuan :
a.       Mengetahui pengetahuan fungsional tentang dasar kewarganegaraan Negara dan pemerintah sesuai pancasila dan UUD 1945, agama yang dianutnya, bahasa Indonesia dan pengggunaannya.
b.      Mengetahui dasar tentang unsure kebudayaan serta tradisi nasional
2.      Bidang keterampilan :
a.       Terampil bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan
b.      Terampil dalam bekerjasama dengan oranglain dan berpartisipasi dengan berbagai kegiatan masyarakat
3.      Bidang nilai dan sikap :
a.       Menerima dan melaksanakan pancasila serta UUD 1945
b.      Mencintai sesame manusia, bangsa, serta lingkungannya.
c.       Memiliki rasa tanggung jawab yang besar
d.      Memiliki sikap demokratis serta tenggang rasa.
Referensi :

Diakses dari:  aulia,puspita. 2014. Puspitaauliahaq.wordpress.com. pada 15 November 2014 pukul 08:31