Jumat, 22 Mei 2015

MOTIVASI



 
Apa itu motivasi? Untuk menjelaskan hal ini kita dituntut untuk dapat memahami apa yang dikatakan motivasi dan yang bukan motivasi. Kebanyakan orang keliru dalam memahami arti kata motivasi yang sebenarnya dan menganggap motivasi itu adalah sifat pribadi, dan mengartikan bahwa  ada orang yang memiliki dan ada orang yang tidak memiliki motivasi. Seperti contoh dalam dunia pendidikan, apabila ada siswa yang tidak termotivasi, maka dianggap sebagai siswa yang malas. Pengetahuan kita terhadap motivasi, mengarahkan kita pada pemikiran apa yang memotivasi orang, bukan pada apakah seseorang termotivasi. Pada proses pembelajaran, terkadang kita menemukan ada siswa yang malas belajar dan ada yang tidak, ada siswa yang memiliki prestasi yang tinggi dan ada pula  yang sebaliknya. Motivasi sendiri berarti suatu  kekuatan yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Motif itu bersifat potensial dan aktualisasinya adalah motivasi. Motivasi sangat berarti besar pada diri seseorang dan pencapaian prestasinya.
Menurut teori, “Motivasi adalah suatu tenaga atau faktor yang terdapat dalam diri manusia yang menimbulkan, mengarahkan dan mengorganisasikan tingkah lakunya”  (Handoko, 200:259). Dapat dikatakan, motivasi adalah kejiwaan yang mendorong, mengaktifkan, atau menggerakan, dan motif itulah yang kelak mengarahkan dan menyalurkan perilaku, sikap dan tindakan seseorang yang selalu dikaitkan dengan pencapaian tujuan baik tujuan organisasi maupun tujuan masing-masing anggota. Kebutuhan timbul dalam diri seseorang jika dirasakan adanya kekurangan, ketidakseimbangan antara apa yang dimiliki dengan apa yang seyogyanya, baik dalam arti fisiologis maupun dalam arti psikologis. Motivasi merupakan kebutuhan bathiniah setiap orang, terutama bagi peserta didik yang mayoritasnya berusia muda. Pada kenyataannya dalam dunia pendidikan, kebanyakan pendidik mengabaikan sesuatu yang dinamakan motivasi. Sedikit pujian saja sangat berarti bagi siswa untuk mendorong semangat belajarnya, dengan begitu secara tidak langsung, guru telah memotivasi anak didiknya. Siapapun butuh dorongan jiwa untuk melakukan sesuatu agar tujuan tercapai dengan maksimal. Untuk meningkatkan semangat belajar siswa dalam mencapai kesuksesan, maka dalam makalah iniakan diuraikan makna dari motivasi itu sendiri dan seberapakah penting motivasi dalam diri seseorang serta kehidupannya.


Pengertian Motivasi
Kata motivasi berasal dari bahasa latin movere, yang berarti menimbulkan pergerakan. Motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. (Mr. Donald : 1950).
Motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan / tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan / keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan. (Drs. Moh. Uzer Usman : 2000)
Motivasi adalah kekuatan tersembunyi di dalam diri kita yang mendorong kita untuk berkelakuan dan bertindak dengan cara yang khas (Davies, Ivor K : 1986). Motivasi adalah usaha – usaha untuk menyediakan kondisi – kondisi sehingga anak itu mau melakukan sesuatu (Prof. Drs. Nasution : 1995)
Robbins dan Judge (2007) mendefinisikan motivasi sebagai proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan usaha untuk mencapai suatu tujuan.Samsudin (2005) memberikan pengertian motivasi sebagai proses mempengaruhi atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang telah ditetapkan. Motivasi juga dapat diartikan sebagai dorongan (driving force) dimaksudkan sebagai desakan yang alami untuk memuaskan dan memperahankan kehidupan.
Mangkunegara (2005,61) menyatakan : “motivasi terbentuk dari sikap (attitude) karyawan dalam menghadapi situasi kerja di perusahaan (situation). Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan diri karyawan yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Sikap mental karyawan yang pro dan positif terhadap situasi kerja itulah yang memperkuat motivasi kerjanya untuk mencapai kinerja maksimal”.
Sementara motif ialah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Atau seperti dikatakan oleh Sartain dalam bukunya Psychology Understnding of Human Behavior : motif adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku/perbuatan ke suatu tujuan atau perangsang. Memang pengertian motif dan motivasi keduanya sukar dibedakan secara tegas. Dalam konteks uraian terdahulu dapat dijelaskan bahwa motif menunjukan suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut mau bertindak melakukan sesuatu. Sedangkan motivasi adalah “pendorongan” :suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.
Kesulitan dalam mendefinisikan arti motivasi seperti dikatakan oleh Atkinson dalam bukunya, An Introduction to Motivation adalah karena istilah itu tidak memilikia arti yang tetap di dalam psikologi kontemporer. Itulah pula sebabnya, maka seperti telah dikemukakan Sartain,  menggunakan kata motive untuk pengertian yang sama.
 

Teori-Teori Motivasi
Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya.. Kajian tentang motivasi telah sejak lama memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan pendidik, manajer, dan peneliti, terutama dikaitkan dengan kepentingan upaya pencapaian kinerja (prestasi) seseorang. Dalam konteks studi psikologi, Abin Syamsuddin Makmun (2003) mengemukakan bahwa untuk memahami motivasi individu dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya:
1.      Durasi kegiatan
2.      Frekuensi kegiatan
3.      Persistensi pada kegiatan
4.      Ketabahan, keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan kesulitan
5.      Devosi dan pengorbanan untuk mencapai tujuan
6.      Tingkat aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan
7.      Tingkat kualifikasi prestasi atau produk (out put) yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan
8.      Arah sikap terhadap sasaran kegiatan

Untuk memahami tentang motivasi, kita akan bertemu dengan beberapa teori tentang motivasi, antara lain :


1. Teori Hierarki Kebutuhan Maslow
Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara satu kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Kebutuhan merupakan fundamen yang mendasari perilaku pegawai. Karena tidak mungkin memahami perilaku tanpa mengerti kebutuhannya.
Maslow menyusun teori motivasi manusia, dimana variasi kebutuhan manusia dipandang tersusun dalam bentuk hirarki atau berjenjang. Setiap jenjang kebutuhan dapat dipenuhi hanya jenjang sebelumnya telah (relatif) terpuaskan (tabel.1) menyajikan secara ringkas empat jenjang basic need atau deviciency need, dan satu jenjangmetaneeds atau growth needs.  Jenjang motivasi bersifat mengikat, maksudnya kebutuhan pada tingkat yang lebih rendah harus relatif terpuaskan sebelum orang menyadari atau dimotivasi oleh kebutuhan yang jenjangnya lebih tinggi. Jadi kebutuhan fisiologis harus terpuaskan lebih dahulu sebelum muncul kebutuhan rasa aman. Sesudah kebutuhan fisiologis dan rasa aman terpuaskan, baru muncul kebutuhan kasih sayang, begitu seterusnya sampai kebutuhan dasar terpuaskan baru akan muncul kebutuhan meta.
Tabel 1 : Jenjang kebutuhan
 

Jenjang needs
Deskripsi
Kebutuhan berkembang (metaneeds)
self actualization needs (metaneeds)
Kebutuhan orang untuk menjadi yang seharusnya sesuai dengan realisasi diri, perkembangan self.
Kebutuhan harkat kemanusiaan untuk mencapai tujuan, terus maju, menjadi lebih baik. Being-values 17 kebutuhan berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman, pemakaian kemampuan kognitif secara positif mencari kebahagiaan dan pemenuhan kepuasan alih-alih menghindari rasa sakit. Masing-masing kebutuhan berpotensi sama, satu bisa mengganti lainnya.
Kebutuhan karena kekurangan (basic needs)
Estem needs
1.      Kebutuhan kekuasaan, penguasaan, kompetensi, kepercayaan diri, kemandirian
2.      Kebutuhan prestise, penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, menjadi penting, kehormatan dan apresiasi.
Love needs/ belonging –needs
Kebutuhan nkasih sayang, keluarga, sejawat, pasangan, anak. Kebutuhan menjadi bagian kelompok m,asyarakat. Menurut maslow, kegagalan kebutuhan cinta dan memiliki ini menjadi sumber hampir semua bentuk psikopatologi.
Safety needs
Kebutuhan keamanan, stabilitas, proteksi, struktur, hukum, keteraturan, batas, bebas dari takut dan cemas.
Psychological needs
Kebutuhan homeostatik : makan, minum, gula, garam, protein, serta kebutuhan istirahat dan seks.

Sabtu, 16 Mei 2015

Putus atau lanjut?

Putus Atau Lanjut? - Putus nyambung putus nyambung putus nyambung, sekarang putus, besoknya menyesal #eak (nyanyi). Hemm yaa dalam pacaran pasti ada aja yang namanya putus nyambung. Karena emang selalu aja ada masalah dalam pacaran, entah pacarnya tukang ngambek, terlalu suka ngatur - ngatur, wajahya kurang cantik #eh atau bahkan mungkin terlalu cantik kaya saya (~‾ ▽‾)~. Hahahaha #ngimpi
Hemm yaa memang tiap masalah pasti ada aja jalan keluarnya toh, tapi sering kali jalan keluar yang harus ditempuh itu cukup berat, atau mungkin sangat -  sangat berat sekali. Tapi meskipun tergolong sangat - sangat berat sekali, tetep aja jalan itu mesti kamu tempuh demi kebaikan kamu sendiri pemirsa. Dan tiap masalah itu punya jalan keluar yang beda - beda loh pemirsa. Kalo dalam hal pacalan #eh pacaran, dilema yang sering kali terlintas di pikiran saat sedang menghadapi masalah ada dua pilihan, antara bertahan atau harus di akhiri.
Nah bagi yang mengalami dilema antara harus putus atau tetap lanjut dalam pacaran ini, saya bakal kasih sedikit opini tentang hal tersebut di blog ini. Pastinya biar pemirsa pembaca gak galau dong Hohoho. Sebelumnya siapin snack dulu ya, pastikan suasana juga lagi tenang biar enak bacanya. Duduk yang manis di depan layar, lambaikan tangan ke kamera kalau merasa tidak kuat #eh. Udah siap? Yuk kita mulai bahas di TKP :D
Pertahankan atau akhiri hubungan ini?
Yaa memang dilema macam itu sudah sangat sering dialami oleh hampir semua orang yang pernah pacaran. Hayoo pemirsa pernah pacaran gak? Hihihi :P Yaa emang sih pacaran itu gak wajib, dan kita gak akan mati kok cuma karena gak punya pacar. Iya gak pemirsa? Nah kembali ke topik. Apa aja sih kriteria bagi sepasang kekasih untuk tetap melanjutkan hubungannya atau harus mengakhirinya? Berikut  langsung dari TKP :
Apakah hubungan ini bisa dipertahankan?
Beberapa hal yang bisa dipertimbangkan untuk melanjutkan hubungan adalah sebagai berikut :
Pasangan kita adalah orang yang baik
Kata "BAIK" disini bukan berdasarkan penilaian kamu semata ya pemirsa. Soalnya, orang yang lagi demen ama orang lain itu biasanya "dibutakan" atau kasarnya adalah "dibodohi" oleh perasaan sendiri. Sejelek apapun sifat dia, kamu akan tetap menilainya "BAIK". Jadi, untuk mengetahui si dia baik atau nggak, ada baiknya kamu gunakan ketenangan saat berpikir, dan yang pasti GUNAKAN LOGIKA. Tapi kalo gak mampu pikir pake logika, lebih baik kamu tanya pendapat orang lain, temen kamu misalnya. Dan inget, apapun jawaban temen kamu, kamu harus terima. Kalo temen kamu bilang dia itu gak baik, ya kamu harus terima pendapat itu, jangan malah membantah dan membela si dia. Kalo kaya gitu percuma donk kamu nanya ama mereka. Tapi kayanya kebangetan banget deh kalo kamu gak bisa mikir pake logika. Makanya kalo sekolah belajar yang bener biar pinter, jangan pacaran mulu :P #IniCiyusLoh
Nah kriteria baik itu ada banyak, biasanya tingkat kesabaran dan tingkat egoisme adalah penilaian paling menonjol. Kalo si dia itu orangnya sabar, gak egois dan masuk kriteria baik lainnya, ada baiknya kamu pertahankan hubungan itu. Karena kriteria orang macem itu agak langka loh, jadi orang kaya gitu termasuk spesies yang dilindungi karena terancam punah #eh.
Pasangan kita orang yang setia
Nah yang satu ini juga termasuk spesies langka yang harus dilindungi loh pemirsa. Karena jaman sekarang, pasangan yang model begini udah sangat jarang ditemukan dan terancam punah. Kalo kriteria setia sendiri sih ada banyak ya. Biasanya orang menilai dari jumlah pasangan nya, kalo satu ya setia, kalo banyak brati nggak setia. Itu ada benarnya ada nggaknya loh. Iya emang pacarnya cuma satu, kalo TTM-an nya 5? Pacar cuma satu tapi istri ada 9 kaya eyang ***** gimana? Setia? Pikir lagi deh kalo bilang yang model begitu = setia.
Pasangan kita serius dengan hubungan kita
Serius disini dalam arti gak mempermainkan hubungan kita. Dan itu penilaiannya sangat sulit
karena di luaran sana banyak penjahat - penjahat "*******" yang menggunakan atau ngaku - ngaku serius sama kita, tapi setelah "dapet" langsung dicampakkan atau dipermainkan. Kalo istilahnya "habis manis sepah dibuang" Ini bagi yang cewek harus paham maksud mimin yang itu dan harus waspada sama cowok macem gini. Kalo belum paham, tanya langsung via twitter blog ini @istihanyarofah Tapi sering kali juga penjahat - penjahat itu tidak langsung mencampakkan kita untuk menyemarkan modusnya. Blak - blakan aja ya, jadi modusnya biasanya kita "dimanfaatkan sampai dia puas", baru deh dia cari selingkuhan atau ngilang tiba - tiba, atau minta putus (karena udah bosen).
Jadi emang buat cewek, yang satu ini harus diperhatikan dengan sangat karena sangat rawan. Bukti keseriusan hubungan adalah nikah, jadi sebelum nikah, jangan mau diapa - apain, rugi kamunya nanti. Toh belum tentu dia bakal jadi suami kita kan? Maaf jadi keluar topik dikit, buat memperingatkan aja. Tapi kalo pasangan kamu udah termasuk kriteria diatas dan kamu masih sering putus nyambung, coba kamu instrospeksi diri deh, siapa tau ada yang salah di dalam dirimu.
Hubungan harus diakhiri jika . .
Nah kalo tadi itu kriteria pasangan yang harus dipertahankan, sekarang saya bakal lanjut ke kriteria pasangan yang harus ditendang, dibuang kelaut, atau disumbangkan kepada yang membutuhkan #eh. Oke langsung aja ke kriteria yang pertama :
Pasangan / Pacar Tukang Selingkuh
Waini! Jelas harus diputusin! Ditendang ke laut aja kalo punya pasangan kaya gini mah! Siapa sih yang mau diselingkuhi? Ada yang mau? Ya ampun, pasti sekolahnya gak pernah belajar yak? Hadeeehh (¬_¬") Biasanya sih alibinya begini:
Kalo udah terlanjur sayang gimana? *sambil mewek*
Yaah melek donk brosis! Buat apa kamu sayang ama "sesuatu" yang buruk? Kalo kamu sayang sama yang buruk - buruk, kapan kamu dapet yang baik? Ini buat kebaikan kita sendiri kok, mending dibuang aja! Coba pikir lagi deh, buat apa sayang kalo bikin nyesek terus? Nyiksa diri itu namanya. Seneng ya nyiksa diri? Melek brosis, di luaran sana masih ada yang lebih baik!
Tapi dia pacar / pasangan terbaik bagi aku *sambil mewek lagi*
Yaelaaahh. Gini aja deh, coba dipikir baik - baik! Kalau kamu menganggap seorang pengkhianat adalah yang terbaik untukmu, maka itu berarti kamu tidak menghargai dirimu sendiri! Dan kamu secara tidak langsung telah mencegah calon pasangan yang baik untuk datang kepadamu. Bisa dicerna? Ayo baca ulang kata - kata tadi kalo belum ngerti!
Intinya, seorang penghkianat dalam hal ini tukang selingkuh itu tidak pantas untuk dirindukan! Oke, rindu memang wajar, tapi sebisa mungkin gunakan logika mu untuk melawannya!
Pasangan / pacar tukang bohong
Ini hampir sama seperti tukang selingkuh. Kalo sering bohong berarti kata - katanya gak bisa dipercaya donk? Iya gak pemirsa? Nah kalau si dia udah sering ketauan bohongin kamu, udah lempar aja kelaut, cari yang baru! Buat apa kita pelihara tukang bohong? Coba dipikir, sama kata - katanya sendiri aja dia gak bisa jujur, gimana ama komitmen hubungan? Gausah nunggu sampe dia selingkuh, karena pasangan model begini harus cepet - cepet dicoret sebelum ngelunjak!
Pacar / pasangan tukang PHP
Yang ini khususnya buat para pemirsa yang cewek nih. PHP disini dalam arti gak memberi kepastian dalam kelanjutan hubungan. Ngerti kan maksudnya? Biasanya pasangan yang PHP itu sama aja kaya player (playboy atau playgirl) yang tukang boong, dan tukang selingkuh. Masuk kategori jelek banget deh pokoknya! Jadi inget, kamu jangan langsung percaya sama janji - janji si dia untuk "serius" sama kamu. Biasanya si tukang PHP keluarin janji macem itu hanya agar mendapat kepercayaan dari kamu. Kecuali dia bener - bener mau lamar kamu sih itu gak masalah kamu percaya. Tapi inget, meskipun udah di lamar, jangan mau diapa-apain sebelum nikah! Banyak loh modus kaya gitu yang akhirnya gajadi nikah.
Dan ujung-ujungnya udah ketauan, yang cewek bakal mewek berkepanjangan. Waspada ya sista! Untuk ciri - ciri PHP

KONSEP DIRI



KONSEP DIRI
Pada tanggal 12 Mei 2015 , mata kuliah Psikologi Pendidikan di kelas mempelajari materi Konsep diri yang pada hakikatnya adalah penggambaran diri.
Pengertian Konsep Diri
Konsep diri merupakan bagian penting dalam perkembangan kepribadian. Seperti dikemukakan oleh Rogers (dalam Hall & Lindzey, 1985) bahwa konsep kepribadian yang paling utama adalah diri. Secara umum, Greenwald et al., (dalam Campbell et al., 1996) menjelaskan bahwa konsep diri sebagai suatu organisasi dinamis didefinisikan sebagai skema kognitif tentang diri sendiri yang mencakup sifat-sifat, nilai-nilai, peristia-peristiwa, dan memori semantik tentang diri sendiri serta control terhadap pengolahan informasi diri yang relevan.
Konsep diri mengandung makna penerimaan diri dan identitas diri yang merupakan konsepsi inti yang relative stabil (Sullivan, dalam Leonard et al., 1995), namun dalam situasi interaksi social konsep diri bersifat dnamis (Capon & Owens, 2000), persepsi terhadap diri sendiri yang didasarkan pada pengalaman dari interprestasi terhadap diri dan lingkungan dan strktur yang bersifat multidimensional berkaitan dengan konsepsi atau penilaian individu tentang diri sendiri
Referensi : Prof. Dr. Syamsul Bachri Thalib, M. Si. Psikologi Pendidikan Berbasis Analisis Empiris Aplikatif. Kencana Prenada Media Group. Hal 121

Aspek Konsep Diri
Song dan Hattie (1984) menyatakan bahwa aspek-aspek konsep diri dibedakan menjadi konsep diri akademis dan konsep diri non-akademis. Konsep diri non-akademis dibedakan lagi menjadi konsep diri social dan penampilan diri. Jadi, pada dasarnya konsep diri mencakup aspek konsep diri akademis, konsep diri social, dan konsep diri penampilan diri.
Myers-Walls et al. (2000), dalam pandangannya tentang konsep diri secara implicit membedakan konsep diri atas dua kategori utama, yaitu konsep dri secara umum (general self-concept) dan konsep diri secara spesifik termasuk dalam kaitannya dengan bidang akademik, karier, atletik, kemampuan artistic, dan fisik. (Prof. Dr. Syamsul Bachri Thalib, M.Si. 2010. Psikologi Pendidikan Berbasis Analisis EmpirisAlokatif. Jakarta: Kencana  Prenada Media Group hal 123).
Perkembangan Konsep Diri
Konsep diri bukan merupakan faktor yang dibawa sejak lahir, melainkan faktor yang dipelajari dan terbentuk melalui pengalaman individu dalam berhubungan dengan orang lain. Dalam berinteraksi ini setiap individu akan menerima tanggapan. Tanggapan yang diterima tersebut dijadikan cermin bagi individu untuk menilai dan memandang dirinya sendiri, terutama didasarkan tanggapan orang penting dalam hidup anak, yaitu orang tua, guru, teman sebaya mereka. Jadi, konsep diri terbentuk karena suatu prosesumpan balik dari individu lain. Bila anak yakin bahwa orang-orang yang penting baginya menyenangi mereka, maka mereka akan berpikir positif tentang diri mereka dan sebaliknya.
Sebagaimana halnya dalam perkembangan pada umumnya, keluarga, khususnya orang tua berperan penting dalam prkembangan konsep diri anak. Konsep diri tebentuk dan atau berkembang secara gradual dalam proses pengasuhan termasuk intraksi interpersonal antara ibu-anak.
Selanjutnya, Friedman (1997) menjelaskan bahwa pengasuhan orang tua berdampak pada konstuk psikologis anak. Model pengasuhan yanngpermisitif dan otoritercenderung mengakibatkan konsep diri dan kompetensi social yang rendah. Pengasuhan dengan model otoritatif cenderung menghasilkan konsep diri, kompetensi social, dan independensi yang tinggi.
Berdasarkan telaah deskriptif dan analisis empiris mengenai konsep diri dapat dikemukakan bahwa factor-faktor yang memengaruhi konsep diri siswa mencakup factor keadaan fisik dan penilaian orang lain mengenai fisik individu; factor keluarga termasuk pengasuhan orang tua, pengalaman perilaku kekerasan, sikap saudara, dan status social ekonomi; dan factor lingkungan sekolah. (Prof. Dr. Syamsul Bachri Thalib, M.Si. 2010.
Referensi - Psikologi Pendidikan Berbasis Analisis EmpirisAlokatif. Jakarta: Kencana  Prenada Media Group hal 124).
Fungsi konsep diri
Konsep diri merupakan filter dan mekanisme yang mewarnai pengalaman keseharian. Siswa yang menunjukkan konsep diri yang rendah atau negative, akan memandang dunia sekitarnya secara negative. Sebaliknya, siswa yang mempunyai konsep diri yang  tinggi atau positif, cenderung memandang lingkungan sekitarnya secara positif. Dengan  demikian, sudah menjadi consensus umum bahwa konsep diri positif menjadi factor penting bagi berbagai situasi psikologis dan pendidikan.
Konsep diri sebagai pandangan yang  dimiliki setiap orang mengenai dirinya sendiri yang terbentuk, baik melalui pengalaman maupun pengamatan terhadap diri sendiri, baik konsep diri secara umum (general self concept) maupun konsep diri secara spesifik termasuk konsep diri dalam kaitannya dalam bidang akademik, karier, atletik, konsistensi diri, dan kompleksitas diri yang terbuka untuk interprestasi sehingga secara umum berkaitan dengan pembelajaran dan menjadi mediasi variable motivasi dan pilihan tugas – tugas pembelajaran (syamsul bahri thalib. 122)
Konsep Diri dan Pengaruhnya Terhadap Tingkah Laku
Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan tingkah laku seseorang. Bagaimana seseorang memandang dirinya akan tercermin dari keseluruhan prilakunya. Artinya, prilaku individu akan selaras dengan cara individu memandang dirinya sendiri. Apabila individu memandang dirinya sebagai orang yang tidak mempunyai cukup kemampuan untuk melakukan suatu tugas, maka seluruh perilakunya akan menunjukan ketidak mampuannya tersebut. Menurut Felker (1974), terdapat tiga peranan penting konsep diri dalam menentukkan perilaku seseorang, yaitu
Pertama, self-concept as maintainer of inner consistency yaitu konsep diri memainkan peranan dalam mempertahankan keselarasan batin seseorang. Kedua, self-concept as an interpretation of experience yaitu konsep diri menentukkan bagaimana individu memberikan penafsiran atas pengalamannya. Ketiga, self-concept as set of expectation yaitu konsep diri juga berperan sebagai penentu pengharapan individu. (Dra. Desmita M.Si, hal.169).

Konsep Diri yang Sehat
Dalam teori Psikoanalisis, proses perkembangan konsep diri disebut proses pembentukan ego (the process of ego formation). menurut aliran ini, ego yang sehat adalah ego yang dapat mengontroldan mengarahkan kebutuhan primitif (dorongan libido) supaya setara dengan dorongan dari super ego serta tuntutan lingkungan.
Untuk mengembangkan ego atau diri (self) yang sehat adalah dengan memberikan kasih sayang yang cukup dan dengan cara orangtua menunjukkan sikap menerima anaknya dengan segala kelebihan dan kekurangannya, terutama pada tahun-tahun pertama perkembangannya.
Referensi : (prof Dr H Djaali Psikologi Pendidikan PT Bumi Aksara jkt : 2014 hlm 130).
Hubungan antara Konsep Diri dan Prestasi Sekolah
Sejumlah ahli psiklogi dan pendidikan berkeyakinan bahwa konsep diri dan prestasi belajar mempunyai hubungan yang erat. Nylor (1972) misalnya, mengemukakan bahwa banyak penelitian yang membuktikan hubungan positif yang kuat antara konsep diri dan prestasi belajar di sekolah. Siswa yang mempunyai konsep diri positif, memperlihatkan prestasi yang baik di sekolah, atau siswa yang berprestasi tinggi di sekolah memiliki penilaian diri yang tinggi, serta menunjukan hubungan antarpribadi yang positif pula. Mereka menentukan target prestasi belajar yang realistis dan mengarahkan kecemasan akademis dengan belajar keras dan tekun, serta aktivitas-aktivitas mereka selalu diarahkan pada kegiatan akademis. Mereka juga memperlihatkan kemandirian dalam belajar, sehingga tidak tergantung pada guru semata.

Untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan prestasi belajar, Fink (dalam Burnes, 1982) melakukan penelitian dengan melibatkan sejumlah siswa laki-laki dan perempuan yang dipasangkan berdasarkan tingkat intelegensi mereka. Di samping itu, mereka digolongkan berdasarkan prestasi belajar mereka, yaitu kelompok berprestasi lebih (overachievers) dan kelompok berprestasi kurang (underachievers).  Hal penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan konsep diri antara siswa yang tergolong overachievers dan underachievers. Siswa yang tergolong overachievers menunjukan konsep diri yang positif, dan hubungan yang erat antara konsep diri dan prestasi belajar terlihat jelas pada siswa laki-laki.
Penelitian Walsh (dalam Burns, 1982), juga menunjukan bahwa siswa-siswa yang tergolong underachievers mempunyai konsep diri yang negatif, serta memperlihatkan beberapa karakteristik kepribadian; 1) mempunyai perasaan dikritik, ditolak dan diisolir; 2) melakukan mekanisme pertahanaan diri dengan cara menghindardan bahkan bersikap menentang; 3) tidak mampu mengekspresikan perasaan dan perilakunya. (Dra. Desmita, M.Si, hal. 182)

Jumat, 01 Mei 2015

TEORI BELAJAR PSIKOLOGI PENDIDIKAN PERTEMUAN 28 APRIL 2015



Nama   : Istihani Arofah
Nim     : 11140182000050
Manajemen Pendidikan (2B)
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri  (UIN) Jakarta
Hasil pembelajaran pada 28 April 2015

TEORI BELAJAR

Hari ini (28 April 2015)  saya telah mempelajari macam-macam teori belajar. metode yang diterapkan  dosen untuk mengajar kami di kelas sangat menyenangkan. Mahasiswa selalu diikut sertakan untuk menghidupi kelas. Jadi suasana kelas tidak hening dan tidak hanya suara dosen yang terdengar. Namun kicauan mahasiswa pun tak kalah menghidupi ruang kelas.
Yang pertama saya pelajari di kelas bersama teman seperjuangan adalah mengenai apa saja sih teori belajar itu? Ada teori belajar behaviorisme, teori belajar kognitif,teori belajar humanisme, dan teori belajar konstruktivisme.

TEORI BELAJAR BEHAVIORISME
Behavior dalam psikologi atau juga disebut behaviorisme adalah aliran teori pembelajaran yang didasarkan pada tingkah laku yang diperoleh dari pengkondisian lingkungan misalnya seorang pelajar belum dikatakan berhasil dalam belajar ilmu pengetahuan sosial jika dia belum bisa melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat.
TOKOH-TOKOH TEORI BEHAVIORISME
1.      Ivan pavlov
2.      John Watson
3.      Edward Lee Thorndike

APLIKASI TEORI BEHAVIORISTIK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN
Aplikasi ini memandang pengetahuan adalah objektif, pasti, tetap, dan disusun dengan rapi sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan. sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. menurut teori ini, dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output berupa respon. aliran ini menekankan terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar
KEKURANGAN DAN KELEBIHAN TEORI BEHAVIORISME
Kekurangan :
1.      Pembelajaran hanya terpusat pada guru
2.      Peserta ddik hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru
3.      Peserta didik tidak bebas berkreasi dan berimajinasi
Kelebihan :
1.      Sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan
2.      Materi yang diberikan sangat detail
3.      Membangun konsentrasi pikiran dalam teori ini adanya penguatan dan hukuman dirasa perlu
TEORI BELAJAR KOGNITIF
Teori belajar kognitif adalah bagian terpenting dari sains kognitif yang telah memberi kontribusi yang berarti dalam perkembangan psikologi pendidikan. Dalam pandangan para ahli kognitif, tingkah laku manusia yang tampak tak dapat diukur dan diterangkan tanpa melibatkan proses mental seperti motivasi, kesenjangan, keyakinan, dan sebagainya.
TOKOH-TOKOH TEORI BELAJAR KOGNITIF
1.      Cognitive field (kurt lewin)
2.      Cognitive development (Piaget)
3.      Teori Benyamin S.Bloom
TEORI BELAJAR HUMANISME
Teori ini terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri
TOKOH-TOKOH TEORI BELAJAR HUMANIS
1.      Combs
2.      Maslov
3.      Rogers
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME
Teori ini dedefinisikan sebagai pembelajaran yang mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari menurut teori ini, guru tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa namun siswa juga berperan aktif membangun sendiri pengetahuan didalam memorinya.
TOKOH-TOKOH TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME
1.      Driver dan Bell
2.      J.J Piaget
3.      Tasker